2 Korintus 3: 2-3 “Surat Kristus Yang Terbuka”

Tadi malam Mak Wiwish kasih pengumuman: “Hari Minggu kita masuk kelas yah. Siapkan kegiatan di kelas atau mau share info tentang Natal juga boleh.” Lalu setelah itu menyusul masuk colekan WA dari Babang Octa: “Kita fokus Natal aja kan, Kak?” Lengkap dengan emoticon bermata lope-lope. Gw yang masih berdebat dengan diri sendiri berantem dengan sisi perfeksionis gw untuk mengisi absensi ASM bulan lalu lewat lembar tugasnya malah jadi kembali berkutat dengan update biodata ASM kelas SMP hanya menjawab dengan: “Kenal kau sama anak yang namanya *sensor*?”

Lalu seperti biasa, otak yang kerja sangat acak ini malah kasi ide: “Minggu kita main aja yuks. Main kelompok berdasarkan bulan lahirnya. Sambil kita cek lagi biodata anak.” *dasarperfeksionis* Dan Babang Octa menyambut dengan: “Kalo kita buat menyusun ayat Alkitab, Kak?”  Inilah yang membuat gw membaca nats kotbah Sekolah Minggu. Iya…parah ya. Sejak Juli, entah mengapa Ibu Pendeta Sekolah Minggu tidak lagi memimpin Sermon. Dan dua minggu ini pengurus lebih fokus untuk persiapan Natal, maka Sermon mandiri antara GSM pun sudah tiada. Sementara gw dan Babang Octa fokus mempersiapkan anak-anak untuk kesaksian pujian di ibadah besok. Gw minta beberapa anak untuk jadi pemusik juga. Jadilah baru tadi malam gw baca perikopnya.

Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia. (2 Korintus 3: 2-3)

Minta bantuan dari Google kok gada ya ide aktivitas yang bisa ditemukan. Tadinya kepikiran minta mereka bikin pembatas Alkitab model doodle gitu dengan tulisan, “Aku adalah surat Kristus yang ditulis dengan Roh Allah, yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.” Tapi takut lama karena anak-anak biasanya g semuanya langsung dapat ide bikin doodle-nya gimana. Lagian di rumah gada stok karton tebal untuk dipotong-potong dengan situasi sudah jam 9.30 malam. Sambil googling, gw sambil nyanyi lagu dari NKB 204 bait ke 2 sambil mengulang-ulang kata kuncinya: kamu surat Kristus. Akhirnya sempat terpikir untuk anak-anak membuat surat jadi dikasih amplop. Tapi kan surat terbuka ya, artinya mudah dibaca, artinya kartu pos dong. Ahahahahahaha…..

Maka jadilah jam 10.30 malam mulai cari contekan model kartu pos. Ini menarik, karena sempat-sempatnya gw tanya Babang Octa: “Pernah dapat kartu pos g? Gw pernah tapi g dikirim, dikasih langsung sebagai kartu ulang tahun.” Oh ya, gw pernah akrab sama Kantor Pos di masa SMP  sampai kuliah. Sekarang gw punya kotak harta karun berisi surat-surat tulisan tangan bokap nyokap dan teman-teman selama gw kuliah. Dan menyenangkan sekali membacanya ketika kangen sama nyokap.

Balik ke contekan kartu pos, gw akhirnya terinspirasi dari ini dan kartu pos-nya Mbak Tarlen. Desain sederhana yang nantinya kalau mau printing g bikin kantong jebol-jebol amat. Soalnya jumlah anak terdata itu 73 orang. Maka jadilah desainnya seperti ini.

2 Korintus 3: 2-3 “Kartu Pos Dari Tuhan Yesus”

 

Bikinnya pake Publisher dan sukses tidur jam 3 pagi gara-gara bikin ini. Dan itu terbayarkan ketika pagi ini Bons bilang: “KOK CAKEP BANGET KARTU POSMUUUU” *nangisterharu*  serta agak meh ketika Pak Keriting bilang: “Bagus. Tapi ini apa ya? Anak sekarang pasti ga tau apa itu Kartu Pos.” Sudah minta tolong Babang Octa untuk print dan minta dia tanya aja sama tukang fotocopy-an enaknya pakai kertas/art cartoon berapa gram. Dan kartu pos engga lengkap tanpa gambar di sisi satunya bukan? Karena itu akan minta anak-anak menghiasnya dengan gambar dari majalah bekas.

Inti dari lembar kerja ini apa sih? Sederhananya, mau minta anak-anak lakukan self-reflection kira-kira apa sih yang Tuhan Yesus tulis kepada mereka secara pribadi untuk dilakukan/dikerjakan agar orang lain dapat melihat Yesus melalui mereka. Percayalah, sambil mengerjakan ini gw banyak tertampar-tampar soal penggunaan waktu. Gw masih saja ndak bisa bagi waktu dengan baik dan akhirnya tanggung jawab bebeberes rumah tidak gw kerjakan dengan konsisten. Dan ini yang sering bikin gw dan Kung bete-betean. Duh!

Kalau ada yang pakai ide ini, cerita ya bagaimana pelaksanaannya. Oh ya, kalau mau nyanyi bareng dari NKB bisa belajar nadanya dari sini. Selamat mengajar Sekolah Minggu!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.