Aktivitas Kelas Memperingati 500 Tahun Reformasi Gereja

Awal bulan harusnya setelah Kebaktian Sekolah Minggu, ada kegiatan bersama seluruh ASM. Biasanya berupa latihan lagu, quiz atau nonton bareng. Tapi karena Natal sudah dekat dan pembagian liturgi baru dilakukan minggu lalu, maka semua GSM lama sepakat untuk masuk kelas saja. Meneruskan pembagian liturgi bagi ASM yang belum dapat serta melatih liturgi bagi yang kemarin sudah dapat. Minimal berlatih barisan dan anak-anak membacakan liturginya, karena sudah pasti mereka belum menghafal.

Di kelas SMP hanya sekitar 20an anak yang memilih untuk liturgi saja. Alasannya sebagian besar sedang bimbel karena sudah kelas IX. Atau ada juga yang bilang malas latihan kalau memilih drama, tari, ansambel atau Vocal Group. Bahkan ada yang ketika dihubungi mengatakan sedang sibuk jadinya akan ikut sebagai penonton saja. Gw dan Babang Octa membebaskan saja apapun pilihan anak-anak. Asalkan mereka bertanggung jawab dengan pilihannya sendiri.

Nah, rencananya besok kami akan berlatih liturgi. Dengan 40an anak yang tidak terlibat dalam kegiatan latihan di kelas, otomatis harus berpikir keras kesibukan macam apa yang membantu mereka duduk tenang selagi teman-temannya latihan liturgi. Minggu ini perayaan 500 Tahun Reformasi Gereja yang jatuh tanggal 31 Oktober 2017. Terpikir membuat aktivitas kelas terkait perayaan itu. Babang Octa beride meminta anak-anak menuliskan:

Bagaimana tanggapanmu mengenai Reformasi Gereja dan apa yang ingin kamu lakukan ke depannya terkait hal itu?

Amang jo tahe…..berat kali! Belum tentu semua anak tahu tentang Reformasi Gereja. Terpikir sih membuat permainan model Bingo Board dengan informasi yang dipotong-potong dan disebar ke seluruh anak. Tapi menyadari itu hanya akan jadi sumber keributan, maka dibatalkan. Ngintip dari Pinterst, menemukan aktivitas ini yang membantu anak-anak mendapatkan informasi baru sambil bikin seperti mading. Tapi lupakan aktivitas kelompok, itu hanya jadi sumber keributan. Maka jadilah terpikir anak-anak belajar tentang mencari arti 5 Sola dari Reformasi Martin Luther dengan alat bantu ayat-ayat Alkitab. Babang Octa kembali bertanya mau handmade atau print out, dan lagi-lagi dia menjawab kalau handmade anak-anak akan ribut mencari penggaris. Ahahahaha….

Akhirnya terpikir membuat bangunan tiga dimensi seperti Piramida yang alasnya berbentuk segi lima. Agak mirip pelajaran Matematika ya… Babang Octa bilang itu Prisma Segi Lima lalu dikoreksinya lagi dengan Limas Segi Lima. Maka…perjalanan kami berdua menjelajahi Google mencari pola Limas Segi Lima dalam kertas A4 berakhir nihil. Sempat ketemu ada yang bikin mini scrapbook dengan pola Hexagonal, cantik juga. Untungnya ada pola Pentagon yang diambil dari sini.  Maka hasil akhirnya jadilah seperti ini.

Jadi idenya besok setiap anak akan diberikan pensil warna dan gunting. Tugas mereka adalah merumuskan arti 5 Sola Semboyan Gerakan Reformasi Gereja berdasakan ayat-ayat yang ada kemudian menuliskannya di balik lembarannya. Dan setelah itu mereka akan menggunting sendiri mengikuti pola garis tegas. Lalu melipatnya dengan mengikuti pola garis putus-putus. Di akhir mereka boleh menghiasnya dengan pensil warna. Ya semoga waktunya cukup ya.

Kalau mau menggunakan lembar aktivitas ini, silahkan print di kertas A4. Will be glad to hear your story. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.