FirmanMu P’lita Bagi Kakiku

Ketika aku merasa tidak mendapatkan pujian dan apresiasi yang menurutku layak kuterima:

Yesaya 43:4
Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.

Ketika aku merasa diperlakukan kasar, tidak adil dan disakiti oleh sesamaku:

Mazmur 9:4
Sebab Engkau membela perkaraku dan hakku, sebagai Hakim yang adil Engkau duduk di atas takhta.

Ketika aku merasa risau dengan doa” yang belum terjawab:

Yesaya 46:4
Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

Mazmur 139:16
mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.

Ketika orang menolakku, menjelek”kanku di belakangku:

Yesaya 49:13
Bersorak-sorailah, hai langit, bersorak-soraklah, hai bumi, dan bergembiralah dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung! Sebab TUHAN menghibur umat-Nya dan menyayangi orang-orang-Nya yang tertindas.

Ketika aku beban kerjaku lebih banyak daripada rekanku:

Pengkhotbah 2:24
Tak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada makan dan minum dan bersenang-senang dalam jerih payahnya. Aku menyadari bahwa ini pun dari tangan Allah.

Ketika aku iri dengan kebahagiaan” orang lain:

Amsal 14:30 (TB)
Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

Ketika hatiku sangat sedih sampai sesak rasanya:

Mazmur 119:1

Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

Pembatas Alkitab Bertema Kasih

Dua minggu lalu gw sempat lempar ide ke grup PEMIKIR TERLALU JAUH untuk ngerjain bareng-bareng pembatas Alkitab yang ditempel coklat untuk dibagikan ke anak-anak. Hitung-hitung pemanasanlah, punya project kreatif bersama dengan harapan menyalakan lagi semangat pelayanan yang mulai kendor karena sisa panah-panah racun di tahun lalu. Awalnya kami semua sudah sepakat untuk mengeluarkan dana dari dompet masing-masing dan mengajak teman-teman lain untuk ngerjain ide ini. Tapi sayangnya, ketika diinformasikan dengan harapan dapat persetujuan malah ditolak oleh Pendeta dengan alasan takut tidak berkelanjutan. Sejujurnya penolakan itu mematahkan semangat gw sih karena sudah gw jelaskan modalnya sangat murah, beli kertas cantik trus vandalisme si Epson 300 milik Seksi Sekolah Minggu saja. Dan hasilnya  Geng Pemikir pun jadi menguap semangatnya.

Tapi gw dan Babang Octa mah anak badung sejatilah. Keluar dari ruang Ibu Pendeta gw sempat tanya, “Gimana ide pembatas Alkitabnya?” dan disambut oleh Babang Octa dengan, “Jadi dong, Kak. Laminating yah!” Ahahahahaha….. Maka jadilah gw bertandang ke Pinterest dan berhasil menemukan satu website yang memberikan 20 desain Kartu Valentine dengan cuma-cuma. Desainnya bagus dengan ayat-ayat yang lebih banyak mengarahkan pada kasih Allah. Cocoklah untuk anak-anak. Foto dan kirim ke Babang Octa dapat approval pula. Itu tanggal 14 Februari kemarin. Hepi dong gw dengan kerja efektif efisien tinggal klik print. Sayangnya sisi sok perfeksionis gw mengingatkan kalau hasil printing Kartu Natal tahun lalu hasilnya kurang memuaskan. Dan gw kurang bisa berdamai dengan hal itu. Sigh!

Maka lanjutlah gw kencan dengan Pinterest dan kemudian berakhir menemukan sebuah desain DIY bookmark yang lebih sederhana lengkap dengan template-nya. Tapi dasar gw orang yang hidupnya selalu resah dan banyak maunya, dapat email dari Mbak Stephanie Page yang nunjukin desain Kartu Valentine buatannya yang lebih sederhana namun mencolok mata bikin gw ngiler juga. Dan karena gw ini anaknya suka keadilan, akhirnya gw sepakatilah menggabungkan kedua desain tersebut. Hahahaha….. Apalagi mengingat glitter silver sebanyak 250 gram yang sudah dua tahun tergeletak manja di kamar harus mulai diberdayakan, maka Jumat sore gw sempatkan mampir ke Artland Menteng untuk numpang pipis cari kertas yang cocok dengan glitter silver. Dan berakhir dengan jam 11 malam gw ganggu Bons curhat bilang kesal sama diri gw sendiri karena merancangkan project yang menyusahkan diri sendiri. Tapi malam itu gw menyelesaikan 3 pembatas Alkitab versi gw dan ketiduran di sofa. Hahahaha…

Sabtu jam 3 siang desainnya final. Proses printing-nya menguji kesabaran. Concorde 220 gram ternyata kurang bersahabat dengan printer-nya, berkali-kali tidak dikenali. Tapi coba print ke art cartoon 210 gram, tintanya sedikit meleber.  Akhirnya lanjut pake concorde pink lagi. Lalu mulai deh main-main debu peri alias glitter. Karena glitter-nya versi kering, pertama coba tempel pakai UHU lalu pakai kutek dengan glitter silver, hasilnya jadi mbelendung karena lemnya tidak rata. Akhirnya dapat triknya, kasih lem dengan merata lalu tebarkan glitter dan diamkan sejenak. Ketika setengah kering tekan-tekan glitter supaya banyak yang menempel. Bikin 40 pembatas Alkitab itu lumayan perjuangan. Hahahaha….habis tempel glitter trus digunting satu-satu. Lalu jam 9 malam main ke tukang fotocopy dekat rumah minta laminating. Pulang jam 10an karena Bapaknya sempat ragu-ragu glitternya akan menyusahkan. Sampai rumah masih sempat menggunting-gunting lagi plastik laminatingnya supaya lebih rapi.

Minggu ketemu sama Babang Octa, diberdayakan untuk bolong-bolongin dan pasang-pasang pita. Dan akhirnya pembatas Alkitab-nya kami bagikan sambil bersalam-salaman pulang. Gw nyerahin pembatas Alkitab-nya, Babang Octa menyerahkan coklat. Gw sengaja print lebih untuk dibagi-bagikan ke teman-teman GSM. Tapi nantilah tunggu dilaminating lagi. Hehehe….

Kalau tertarik, silahkan gunakan desainnya ya. Gunakan kertas A4 untuk printing. Jangan lupa ceritakan bagaimana eksekusinya.

Salam.

 

 

 

 

Evaluasi Aktivitas Kelas 500 Tahun Reformasi Gereja

Hari Minggu kemarin semakin membuktikan betapa anak-anak remaja sekarang butuh dilatih melakukan hal-hal sederhana kembali. Setelah masuk kelas, gw menyapa anak-anak dengan salam dan mengumumkan bahwa hari itu kami akan bermain dengan art and craft. gw menunjuk satu anak laki-laki untuk memimpin doa pembuka. Setelah itu gw minta dia untuk memilih satu anak perempuan untuk doa penutup.

Selesai berdoa, gw tanya ke Babang Octa dimana lembaran aktivitas yang sudah diperbanyaknya. Rupanya dia meninggalkan tasnya di Ruang Ibadah Sekolah Minggu. Akibat ditunjuk dadakan baca warta jadi lupa semuanya. Ahahahahaha…. Sementara Babang Octa mengambil tasnya, gw menjelaskan kepada adik-adik bahwa kami akan belajar mengenai salah Semboyan Reformasi Gereja yang sangat terkenal. Gw memancing dengan pertanyaan: Adakah yang pernah mendengar mengenai Reformasi Gereja? Siapa tokohnya yang terkenal? Tanggal berapa biasanya diperingati? Untungnya ada anak-anak yang ikut Jambore HKBP Se-Indonesia yang tahun ini sepertinya membahas mengenai Martin Luther dan Reformasi Gereja. Jadi mereka cukup membantu, meskipun menjawab malu-malu dengan suara samar. Gw hanya menyebutkan dengan singkat bahwa Martin Luther juga aslinya seorang Katolik yang kuliah Jurusan Hukum. Namun karena selamat setelah terperangkap badai petir, dia menunaikan nazarnya untuk masuk biara. Di sana ia mendalami Alkitab dengan giat dan mulai merasa bahwa Paus saat itu mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri bukannya membangun jemaat dan gereja. Lalu gw sebutkan bahwa hari ini kita semua akan belajar mengenai Semboyan Reformasi Gereja yang digaungkan Martin Luther yang terkenal dengan istilah The 5 Solas.

Setelah itu gw dan Bang Octa membagikan lembaran aktivitas serta gunting. Setelah semua anak mendapatkan lembaran aktivitasnya, gw menjelaskan apa yang harus mereka lakukan. Pertama mereka perlu menggunting mengikuti garis tegas yang ada. Sedangkan untuk garis putus-putusnya itu penanda mereka perlu melipat mengikuti alur garisnya. Baru selesai bicara, sudah ada anak yang bilang: “Yahhhhh….” sambil menatap Bang Octa mengharap bantuan. Dia baru saja menggunting putus bagian yang harusnya dilipat. Luar biasa bukan ujian kesabaran kami?

Setelah itu gw meminta mereka merumuskan apa makna dari setiap semboyan yang ada berdasarkan ayat-ayat referensi yang tertera. Mereka harus menuliskan rumusan arti masing-masing Sola di lembaran kosong halaman sebaliknya. Setelah itu barulah gw minta mereka memulai aktivitasnya.

Babang Octa berkeliling melihat bagaimana anak-anak menggunting dan melipat hasil guntingannya. Sementara gw memanggil setiap nama anak sesuai daftar absen yang ada untuk memastikan siapa-siapa saja yang belum mengisi biodata. Beberapa anak yang sudah selesai menggunting mulai bertanya ke arah mana melipatnya. Untunglah gw sempat lihat Angel sudah hampir selesai. Gw minta dia menunjukkan hasil lipatannya kepada semua teman-temannya sebagai contoh. Dan gw melanjutkan pembagian liturgi Natal kepada anak-anak yang baru datang minggu ini.

Karena beberapa anak sudah mulai ribut melihat ada temannya yang memilih jalan pintas untuk minta bantuan dari Google, gw membantu mereka melihat satu kata yang sudah pernah kami pelajari yaitu Gratia. Mereka masih ingat artinya yaitu anugerah. Lalu gw lanjutkan dengan Scriptura. Dari ayat referensinya mereka bisa tahu arti Scriptura adalah tulisan. Gw mengarahkan mereka dengan mempertanyakan tulisan yang dimaksud disana itu tulisan apa? Beberapa anak bisa menjawab Firman Tuhan atau Alkitab. Setelah itu gw biarkan mereka melanjutkan tugasnya.

Karena waktunya masih cukup, gw membagikan pensil warna dan meminta mereka menghias kertas masing-masing. Dan kembali beberapa anak mengeluh karena merasa tidak punya selera seni untuk menghias.

Kemarin gw meluangkan waktu membaca tulisan mereka satu per satu. Hasilnya ketauan mana yang nyontek dari Google plek plek, mana yang berusaha menghubungkan dengan ayat referensinya, mana yang beneran baca Alkitabnya. Ini hasil sortiran gw dari anak-anak yang masih berusaha menggunakan referensi Ayat Alkitab yang diberikan untuk membantunya mengartikan makna tiap semboyan.