Yeah, That’s How It Is

Bagaimana rasanya jika semua hal yang kamu lakukan didiskusikan oleh keluarga besar?

Pertanyaan itu yang sering gw tanyakan sama Kung kalau lagi nonton bareng Yeah, That’s How It Is yang lagi diputar di ONE Channel. Sejak KBS hilang dari Indovision dan Universal digembok, Kung mau g mau jadi akrab sama kakaknya yang couch potato ini di depan tipi.

yeah_thats_how_it_is-p1
source: http://asianwiki.com/Yeah,_That’s_How_It_Is

Gw ngikutin serial drama yang akan tamat di episode 56 ini karena temanya tentang keluarga. Tepatnya 3 generasi yang hubungannya sangat rekat sehingga semua hal dibicarakan bersama. Kakek dan Nenek keluarga Yoo punya 3 anak laki-laki, yaitu:

  1. Yoo Min-Ho: duda berumur 66 tahun, punya toko jaket yang tinggal bareng menantunya Lee Ji-Sun yang sudah jadi janda karena anak laki-laki satu-satunya tewas dalam kecelakaan.  Si Pak Min-Ho ini setia sama mendiang istrinya, bertekad untuk menikahkan menantunya sementara menantunya yang sayang banget sama mertuanya juga berusaha banget menjodohkan mertuanya supaya bisa kawin lagi.
  2. Yoo Kyung-Ho: umur 64 tahun punya restoran Jepang, posesif sama anak perempuan satu-satunya tapi pengen anaknya cepat menikah, dan rajin berantem sama istrinya. Punya karakter yang meledak-ledak. Paling cees sama tantenya (adik mamanya).
  3. Yoo Jae-Ho: dokter yang buka klinik di depan rumah, bapak yang sabar dan dekat banget sama anak-anaknya.  Istrinya adalah menantu kesayangan Kakek-Nenek Yoo. Punya 3 anak: 2 laki-laki dan 1 perempuan. Tipe orang yang menghindari konflik. Ia dan keluarganya tinggal bareng dengan Kakek-Nenek Yoo.

Selain itu masih ada Kim Sook-Kyung yang merupakan adiknya Nenek Yoo yang seumuran sama Kyung-Ho. Karakternya mirip, sama-sama reaktif kalau dengar berita tentang keluarga. Ada juga anak-anak Jae-Ho; anak perempuannya yang baru tahu kalau suaminya ternyata sudah punya anak dan trauma dengan hubungan seksual akibat one night stand di masa remaja, anak laki-lakinya yang juga dokter menikah dengan anak perempuan kaya yang polos banget dan g tau apa-apa soal mengurus rumah, lalu anak bontotnya yang milih jadi part-timer demi memenuhi impian jadi traveler ketimbang kerja formal.  Masih ada juga keluarga Lee Ji-Sun yang diceritakan kalau mamanya adalah janda oportunis yang sering jalan sama pria kaya. Lalu adiknya; Lee  Na-Young yang naksir dan juga ditaksir sama anak bontot Pak Jae-Hoo.

Kenapa gw suka sama drama ini, karena menggambarkan keluarga dengan sangat detail. Konfliknya juga mendarat sama kehidupan sehari-hari. Seputar pilihan-pilihan hidup atau respon terhadap tingkah laku atau perkataan satu sama lain. Kakek dan Nenek Yoo  sering mengomel satu sama lain, tapi ada adegan mereka tidur gandengan tangan mengucapkan terima kasih karena merasa cinta satu sama lain menyelamatkan hidup masing-masing di masa mudanya dulu. Kyung-Ho juga bawel sama istrinya karena istrinya pelupa dan istrinya mengaku mendoakan suaminya botak pada anak mereka tiap kali dimarahi suaminya. Dan anak mereka mengaku bingung kenapa mamanya bisa bertahan dengan ayahnya yang cerewet. Nenek Yoo yang memberi nasihat pada menantunya; istri Jae-Ho; untuk menganggap anak-anaknya sebagai saudara jauh ketika mereka berlaku menyebalkan supaya hatinya tidak terlalu sakit. Trus ada juga menantu perempuan Pak Jae-Ho yang menjelaskan pada ibunya bahwa ia hanya melakukan sesuatu bagi anggota keluarga yang lain seperti yang dicontohkan dalam keluarga mertuanya ketika ibunya merasa ia diperlakukan sebagai budak. Kemudian Pak Jae-Ho dan istri serta Kakek-Nenek Yoo yang mendukung anak perempuannya untuk berdamai dengan suaminya setelah mengetahui tentang anak di luar pernikahan bahkan mengingatkan untuk melupakan sepenuhnya agar bahagia di masa depan.

Buat gw yang tumbuh besar jauh dari keluarga kandung; nyokap bokap gw perantau dan gw baru kenal in person sama extended family setelah kuliah; gw hanya menerka-nerka bagaimana rasanya berada dalam lingkungan keluarga sedekat ini?  Pastilah dibutuhkan citra diri yang benar sehingga g jadi baper ketika hidupmu yang sedang dibahas dalam rapat keluarga. Dan pastinya diperlukan orang-orang dengan karakter yang sehat dan pikiran terbuka ketika membahas suatu hal sehingga tidak berakhir dengan hitam atau putih dan menjadikan seseorang sebagai musuh bersama.

Engga tau akan bagaimana akhir serial ini. Berharap sih tidak ada tokoh yang diceritakan mati ya. Dan semoga akan ada sinetron sejenis ini yang tayang di tipi nasional  yang menceritakan tentang kehangatan keluarga tanpa ada tokoh yang memicingkan mata sambil dalam hati menyumpahi tokoh lainnya. Hahahaha……..