Quote of The Week

Minggu ini salah satu kejadian yang jadi trending topic di media sosial adalah kematian Sridevi. Bukan Sridevi temen SMA gw. Serius, waktu SMA gw punya teman satu angkatan yang namanya Sridevi dan Amitabh Bachchan. Gw baru tahu kalau dua nama itu adalah nama pemain film India terkenal setelah gw tanya, “Mereka orang apa ya? Kok namanya unik?” Hahahaha…..

Silahkan hujat gw karena pengetahuan film India gw hanya dimulai dan berakhir di Kuch Kuch Hota Hai. Hahahaha….. Sisanya theme song Mahabarata yang dulu main di TPI yang menemani gw menunggu bis jemputan sekolah. Hahahaha…ketauan tuanya!

Iseng search di YouTube nama Sridevi, keluar potongan-potongan film yang judulnya menarik, ENGLISH – VINGLISH. Karena tokoh Shashi dan gw punya kesamaan, yaitu lagi sama-sama belajar bahasa Inggris. Maka jadilah gw menghabiskan waktu berusaha mencari versi penuh film ini. Nemu? Belum sih. Ada yang punya g? Hahahaha…

Meskipun belum nonton film ini secara utuh tapi gw menangkap pesan yang kuat dari adegan klimaksnya, yaitu ketika Shashi diminta untuk kasih speech untuk keponakannya yang menikah. Pesannya tentang kesetaraan gender  dan komitmen dalam pernikahan,  tentang tugas sebagai pasangan, tentang perjuangan diri untuk merasa berharga serta tentang arti keluarga yang sebenarnya,  dikemas dengan apik, manis dan padat. Khas tokoh Shashi sekali; seorang perempuan usia menuju paruh baya yang juga ibu dan istri yang menunjukkan luka, kekuatan dan perjuangan lewat tatapan matanya. Walaupun terlambat 6 tahun, sepertinya film ini layak dikoleksi deh.

Image result for english vinglish movie poster
sumber: kimoi.com

 

When you don’t like yourself, you tend to dislike everything connected to you.  New things seem to be more attractive. When you learn to love yourself… then the same old life… starts looking new… starts looking nice. Thank you… for teaching me… how to love myself! Thank you for making me… feel good about myself. Thank you so much!

Shashi to Laurent

 

 

 

Nyanyi Yuks

Dua kali nonton Beauty and the Beast, gw terhipnotis dengan lagu How Does A Moment Last Forever versi Celine Dion. Lagu ini salah satu lagu penutup yang mengiringi penghargaan untuk orang-orang yang terlibat dalam pembuatan filmnya. Dibandingkan Theme Song Beauty and The Beast yang dinyanyikan duet Arianne Grande dan John Legend, gw lebih dapat perasaan magis dari suara Tante Celine ini.

Dan sesungguh-sungguhnya pertama kali dengar lagu ini, gw mewek. Entah kenapa gw merasa lagu ini semacam curhat si Tante tentang hubungannya dengan suaminya; pria yang dikenalnya sejak usia 12 tahun dan meninggal tahun lalu. Iyaaa….gw lebay.

Dan jadilah lagu ini masuk daftar lagu romantis versi gw sejak dua bulan lalu. Nyanyi yuks…

“How Does A Moment Last Forever”

How does a moment last forever?
How can a story never die?
It is love we must hold onto
Never easy, but we try
Sometimes our happiness is captured
Somehow, our time and place stand still
Love lives on inside our hearts and always will

Minutes turn to hours, days to years then gone
But when all else has been forgotten
Still our song lives on

Maybe some moments weren’t so perfect
Maybe some memories not so sweet
But we have to know some bad times
Or our lives are incomplete
Then when the shadows overtake us
Just when we feel all hope is gone
We’ll hear our song and know once more
Our love lives on

How does a moment last forever?
How does our happiness endure?
Through the darkest of our troubles
Love is beauty, love is pure
Love pays no mind to desolation
It flows like a river through the soul
Protects, persists, and perseveres
And makes us whole

Minutes turn to hours, days to years then gone
But when all else has been forgotten
Still our song lives on
How does a moment last forever:
When our song lives on

Image result for celine dion and husband

Lirik: http://www.azlyrics.com/lyrics/celinedion/howdoesamomentlastforever.html

Picture: http://www.redbookmag.com/life/news/a42079/celine-dion-husband-funeral-plans/