Late Post: Kena Cacar di Bulan Mei

Siapa yang sudah pernah kena cacar?

Gw baru kena cacar dua bulan lalu. Engga tau juga kena virusnya dari mana. Tapi sebelumnya memang ada beberapa ASM yang kena cacar. Dan bulan April kena batuk pilek berkepanjangan sampai kehilangan suara. Waktu akhirnya gw memutuskan untuk mengasingkan diri dalam kamar dan membatalkan beberapa janji pertemuan, komentar semua orang hampir sama. “Kok udah tua bisa kena cacar?” Dan gw cuma bisa jawab, “Mungkin virusnya tau kalo gw masih kekanak-kanakan. Makanya gw kena.” Hahahaha…. Kalau saja hipotesa gw ini bisa dibuktikan kebenarannya, maka gw akan melekatkan nama gw pada teori: virus memiliki kemampuan screening usia host-nya. Dan lalu gw akan menua dengan anggun, menikmati royalti dari penemuan gw. Hahahahaha…angan-angan tukang cendol!

Jadi beginilah kronologis perjalanan penyakit cacar gw.

Senin, 8 Mei 2017

Yang terasa adalah badan capek berat, pegal-pegal seperti habis digebukin orang sekampung. Iya hiperbola!! Gw g pernah digebukin orang sekampung sih tapi kalo digebukin satu orang mah pernah. Jadi ya cukup taulah rasa lebam memar pegal habis berantem. Gw kira ini karena Minggu sore-nya gw sempat kena hujan dan langsung masuk ke ruang ibadah yang dingin AC-nya mengganggu jiwa dan raga. Gw bahkan sempat minum Neurobion tapi rasanya ndak mempan. Karena itu gw memutuskan masuk kamar sejak sore. Oh ya, telapak kaki kiri gw sejak Hari Minggu sore itu rasanya seperti mendadak diinjak orang dengan high heels. Bahkan beberapa kali saat ibadah sore gw pengen menjerit karena sakitnya. Malamnya saat terbangun gw menemukan satu pustule di lengan kiri gw. Gw kira karena serangga.

Selasa, 9 Mei 2017

Paginya liat tangan kiri udah jadi tiga pustule-nya. Badan mulai demam. Trus foto deh si pustule-nya Tanya ke Miss G apakah itu cacar. Padahal gada juga mereka yang dokter. Hahahahaha… Semua bilang segera ke dokter. Gw tanya Kung yang setahun lalu juga mendiagnosa dirinya sendiri dengan cacar, dia bilang juga segera ke dokter aja. Selera makan sudah menghilang tapi karena wajib makan, gw paksakan menghabiskan satu porsi nasi dengan bantuan kuah sop dan sambal. Mau ke dokter, tapi seorang teman yang menawarkan diri menemani masih di luar kota. Makin sore demam makin menjadi akhirnya minum air putih yang banyak lalu memutuskan tidur cepat. Oh ya, gw nyolong bedak Salicyl si Kung untuk balur ke badan karena mulai berasa g enak kalau gerah.

Rabu, 10 Mei 2017

Bangun dengan demam, menemukan badan memerah dengan gatal dari kepala sampai kaki. Begitu garuk kepala baru sadar ternyata pustule-nya juga banyak di kepala. Pustule-nya keluar dengan jumawa di sekujur tubuh. Otot berasa seperti dijepit, jadi badan pegal-pegal. Karena siang mau ke dokter jadi paginya mandi pakai air panas + garam. G lama setelah temen gw nyampe, pergilah ke RS Islam Jakarta karena dekat rumah. Pakai jaket tertutup biar g nularin ke siapapun. Karena pasien baru, jadilah mendaftar dulu di loket. Gw g berani duduk dekat pasien lain karena waktu itu banyakan lansia dan ibu dengan balita. Akhirnya ikutan berdiri di depan loket. Sudah selesai isi form pendaftaran tapi petugasnya malah sibuk. Gw liatin sambil berusaha menarik bibir membentuk senyum, rupanya dia sedang melayani karyawan yang sedang mendaftarkan pasien juga. Gw mulai kesal karena nahan sakit dan lama. Setelah gw dilayani, petugasnya baru bilang, “Oh…dokter spesialis kulitnya baru ada jam 4.” Gw muntab, akhirnya gw tinggalkan sambil ngomong, “LAMA!” Iya gw jahat!!

Jadilah gw ke RS Cikini. Temen gw yang baik hati ini pun ternyata menguji kesabaran juga. Hahahaha… Dia milih berhenti di depan RS dengan alasan kasian driver Ubernya kalau masuk susah cari parkir. Kenapa juga mesti parkir? Jadilah gw menahan rasa sakit di kaki untuk berjalan. Dan di depan UGD, dia pakai mau masuk setelah sebelumnya nanya sesuatu ke satpamnya. Tuhan emang baik sama dia. Gw cuma teriak, “Ngapain ke situ? Pintu masuknya masih di depan.”, sambil lanjut jalan dengan misuh-misuh sendiri. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Di loket gw daftar untuk dokter umum karena dokter spesialis kulitnya masih akan praktek sekitar 30 menit lagi. Dokternya baik banget. Diagnosis mandiri gw bahwa itu cacar ternyata benar. Dan memang dalam minggu itu juga Ibu Dokternya kedatangan  3 kasus pasien dewasa. Dan dokternya sendiri cerita dia kena cacar waktu kuliah tingkat akhir. Gw pulang dengan membawa obat:

  1. Acyclovir 400 mg dengan dosis 5x sehari
  2. Cefixime kapsul 100 mg dengan dosis 2x sehari
  3. Ranitidine 150 mg tablet dengan dosis 2x sehari
  4. Provital plus capsul dengan dosis 1x sehari
  5. Acyclovir Salep 5%

Cefixime dan Ranitidine itu obat anti infeksi. Gw dicurigai ada infeksi saluran kemih waktu itu. Selain itu ada juga Panadol yang diminum kalau demam, bubuk PK untuk mandi dan bedak Salicyl. Malamnya gw bahkan sudah g mampu lagi menghabiskan semangkok bubur ayam karena rasanya kerongkongan udah bengkak. Seperti ada sariawan.

Pulang ke rumah gw langsung naik ke tempat tidur bawa obat + botol minum. Mencoba tidur cepat tapi tengah malam kebangun beberapa kali. Karena g kuat dengan rasa sakit, gw minum Panadol langsung dua tablet.

Kamis, 11 Mei 2017

Mulai mandi pake bubuk PK. Penghiburan banget deh liat air berubah warna jadi ungu. Mandi harus hati-hati supaya tidak menggosok kulit. Rambut jadi jigrak kena campuran bubuk PK. Sakit ototnya makin menjadi, sariawan dimana-mana. Cuma bisa telan bubur. Syukurlah ada Tawan yang bisa dipesan lewat Babang Ojek Online. Kung belikan gw air kelapa muda. Walaupun banyak blogger yang bilang lebih baik air kelapa mudanya dimandikan saja daripada diminum, gw memilih meminumnya. Karena hahahaha…nyokap paling pantang main-main dengan makanan. Gatalnya menggila kemana-mana. Dan paling sengsara karena gatalnya juga menular ke daerah kewanitaan. Iya, ada satu pustule di bawah sana.

Ada satu kejadian konyol. Habis mandi gw pakai Bedak Salicyl sesuai rekomendasi dokter dan teman-teman yang pernah kena cacar untuk mengurangi rasa gatalnya. Nah, setelah selesai mengguyur badan pakai bedak tangan gw otomatis langsung ambil body lotion dan meper ke badan karena sudah kebiasaannya begitu. Alhasil itu bedak menggumpal tak jelas di badan. Mau hapus udah malas. Jadi dibawa tidur aja. Semua pustule-nya mekar sempurna.

Jumat, 12 Mei 2017

Mulai cemas dengan kondisi wajah, makin banyak pustule yang keluar soalnya. Dan besar-besar banget. Mulai jijik liat badan sendiri karena cairannya berubah warna jadi keabu-abuan. Meskipun berusaha untuk tidak bercermin tapi kan saat handukan habis mandi harus benar-benar pastikan semua tubuh kering sempurna supaya tidak menggila gatalnya. Ya artinya mau tak mau harus lihat seluruh tubuh.  Untung punya teman yang anak farmasi dan kerja di klinik kecantikan ternama. Disarankan langsung aja pake Acyclovir Salepnya. Walaupun agak beda dengan resep dokter yang bilang pakai setelah semua pustule-nya kempes dan kering.  Tapi karena takut liat pustule yang gede-gede akan berbekas, akhirnya mulai dipakai.

Sabtu – Selasa, 13 – 16 Mei 2017

Ini masa-masa paling berat. Gw beneran jijik liat bayangan gw sendiri di cermin. Gw merasa seperti anjing yang kena wabah kutu. Tau kan kutu anjing? Ada yang gede-gede warna putih dan kecil-kecil warna merah kecoklatan? Seluruh badan gw ya seperti itu. Muka, telinga, lengan,  leher, dada, ketiak, perut, punggung, paha, betis sampai telapak kaki. Gw g berani sisiran, jadi g tau kondisi kepala seperti apa. Tapi tetap pakai salep di kepala. Karena Kung belum pernah kena cacar dan  gw g yakin dengan kondisi kesehatannya, gw akhirnya pakai salep sendiri dengan bantuan cermin. Gw cuma bisa berdoa semoga cepat kering dan tidak berbekas. Pakai salepnya agak boros. 1 Tube hanya dipakai 2x jadilah harus beli tambahan Acyclovir. Produk ini sebenarnya bisa dibeli lewat Go-Med, tapi harus dengan resep dokter. Sayangnya gw tidak minta copy resep. Jadilah harus minta tolong teman belikan.

Btw, gw sudah mulai bisa makan makanan padat. Tapi menghindari makan telur dan ikan. Takutnya gatalnya makin menjadi. Gula, madu dan kecap juga tidak. Takutnya bikin lukanya menghitam, berbekas dan memperlambat proses penyembuhannya. Gw minum air putih yang banyak dan susu sebelum tidur. Ini untuk membantu ginjal aja sih biar kerjanya tidak terlalu berat. Oh ya, untuk membantu memastikan tidak ada obat yang terlupa diminum, gw coret-coret bagian belakangnya dengan tanggal seperti ini.

Semua obat oral gw habis tanggal 16 Mei. Sebenarnya agak galau karena merasa lama sekali keringnya. Padahal teman-teman cerita dalam 5 hari sudah kering, bahkan ada yang sudah kembali bekerja. Mulai berpikir jangan-jangan karena dikasih dosisnya Acyclovir 400 mg sementara di blog lain banyak yang nulis dikasih dosisnya 800 mg. Dan gw mulai menyesali wajah gw yang terlihat masih muda bagi si dokter yang membuatnya memutuskan menurunkan dosisnya karena percaya tubuh gw yang muda ini bisa berjuang melawan virusnya. Salah ibu, salah!! Saya ini casing doang yang ABG.

Rabu, 17 Mei 2017

Yeayyy!!! Sudah mulai kempes pustule-nya. Yang dikepala sudah mulai ada yang kering. Mungkin karena gw terbilang rajin cuci rambut pakai campuran bubuk PK. Walau hasil akhirnya rambut mekar sempurna seperti ijuk kering. Semua produk perawatan rambut gw sisihkan hanya pakai shampoo saja.

Untuk mengatasi rasa gatal gw masih rajin mengguyur badan pakai bedak Salicyl. Pokoknya udah kek Kue Putri Salju gw pakainya. Badan tidak boleh basah. Jadi sementara waktu gw menghindari selimut juga mengganti baju setiap kali basah karena keringat. Gw bisa menahan diri untuk tidak menggaruk tubuh kecuali saat tidur. Untungnya sudah potong kuku jadi terbilang aman. Dan luar biasa lagi, meskipun suka tidur miring tapi tidak ada satu pustule yang pecah. Padahal waktu periksa, gw sempat nimbang BB dan menemukan timbangan hampir menuju angka 60. Luar biasa kan?

Kamis, 18 Mei 2017

Gw mulai bandel, keluar beli makan sebentar walaupun pakai baju lengan panjang dan celana panjang siang-siang. Setiap kali berpapasan dengan anak-anak gw menghindar. Takut ada yang ketularan. Masih rajin minum air kelapa muda, 2 butir sehari.

Jumat, 19 Mei 2017

Ini bekas luka dari pustule yang paling besar. Letaknya di lengan kiri bawah bagian dalam. Entah kenapa dia jadi luka begini. Masih tetap dikasih salep, engga terasa pedih. Bekas di wajah hanya 1 di daerah jidat yang berbekas jadi ada cekungan yang dalam. Sisanya terbilang aman.

Sabtu, 20 Mei 2017

Akhirnya gw ke tempat umum karena sorenya harus rapat untuk pembuatan proposal acara Liburan Sekolah Minggu. Pake baju lengan panjang + syal untuk nutupin bekas-bekas di leher dan muka. Gw masih rajin pake salepnya. Tapi keesokan harinya gw ganti Acyclovirnya dengan Hydroquinone 5% dari teman.

==============================================================

Recap: 

Sekarang kondisi gw gimana? Masih banyak kok bekas hitam-hitamnya. Kok bisa? Iya, karena begitu semua kering sempurna gw malas melanjutkan pemberian salep-nya. Sekarang yang dilakukan adalah rutin scrubbing pakai kopi + gula + minyak zaitun sambil nyanyi Sayur Kubis Jatuh Harga. Hahahahaha……

Tips kalo kamu kena cacar di usia dewasa:

  1. Tenang, jangan panik. Namanya juga virus. Lumrah kok orang dewasa kena cacar. Tapi risikonya adalah tingkat keparahan penyakitnya lebih besar dan penyembuhannya butuh waktu yang lama dari pada kanak-kanak.
  2. Segera periksa ke petugas kesehatan. Konsumsi obatnya dengan benar. Karena penyebabnya virus tentunya anti virusnya harus dihabiskan sesuai dosisnya.
  3. Usahakan tetap makan. Namanya juga kena virus, artinya tubuh butuh nutrisi untuk melawan serangan si virus. Lagian banyak sedikitnya cacar yang keluar itu tergantung kondisi tubuh kok. Jadi jangan takut untuk makan ya.
  4. Pakai pakaian yang nyaman dan lembut. Hindari pakaian ketat. Gw akhirnya memutuskan tidak pakai underwear setelah di garis perut pustule-nya berbaris rapi dengan rapat sekali.
  5. Mandi supaya bisa pakai salep-nya. Usahakan badan tetap kering supaya tidak gatal.
  6. Sabarlah untuk kembali ke peradaban nyata. Meskipun terlihat sudah kering tapi kalau masih ada bekas luka, justru virusnya sangat aktif untuk menular ke orang lain.
  7. Punya pasangan! Biar ada yang nge-rawat. Hahahahahaha….